Wednesday, May 15, 2013

Mari Me-repositioning Merek Lokal !

Sebagian besar dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan
Tagline salah satu perusahaan elektronik lokal  ( Maspion) yang berbunyi :
" Cintailah Produk - Produk Indonesia ".
Tagline tersebut memang tidak terkenal lagi di masa kini, walaupun
Kementerian Perdagangan pun pernah menggalakkan kampanye cinta produk lokal.
Yang implementasinya berupa pemasangan stiker-stiker seperti ini :

Tetapi apakah kampanye ini berhasil menarik minat masyarakat untuk membeli produk lokal ?
Saya rasa masih belum maksimal !
Mengapa ? Karena masyarakat Indonesia masih belum merasa bahwa produk Indonesia adalah
produk yang terbaik.
Sejuta alasan bisa digunakan mengenai hal ini 
Orang yang pesimistis menjawab " Aah, dilihat dari segi manapun memang produk Indonesia memang masih payah"
Apakah hal ini benar ? Atau masyarakat kita saja yang suka menggeneralisir ? Atau mungkin masyarakat kita yang terlalu western-minded ?
Padahal jika kita mau lebih teliti dalam berbelanja, kita akan terkejut melihat ternyata merek - merek tertentu adalah merek lokal !
Anehnya kebanyakan orang setelah mengetahui bahwa produk yang biasa dibelinya adalah merek lokal asli Indonesia, malah menjadi memiliki stigma negatif.
" Ooh ternyata ini merek lokal toh, kalo gitu nanti mikir-mikir ah kalo mau beli lagi" ujar seorang teman di kampus.
Meskipun sebenarnya selama dia mengonsumsi produk lokal tersebut dia mengalami kepuasan.

Lantas apa yang salah ?
Yang salah adalah positioning merek lokal selama ini masih rendah.
Kenapa masih rendah ?
1. Pemerintah tidak pernah benar-benar serius dalam mengembangkan merek lokal. Pembinaan cenderung reaktif dan bersifat seasonal
2. Perusahaan lokal terkadang tidak membiarkan masyarakat mengetahui mengenai bahwa produk mereka adalah produk lokal karena takut produk mereka tidak laku di pasaran hal ini terlihat dari penggunaan nama yang sebagian besar menggunakan bahasa Inggris

Lalu apa yang bisa dilakukan ?
Seharusnya merek-merek lokal lebih di-expose kualitasnya dan pencapaiannya agar kita sebagai masyarakat Indonesia pun bangga terhadapnya.
Misalanya : Kokita sebuah produk lokal yang diusung oleh PT Ikafood Putramas, ternyata sudah go international bahkan hampir mencapai Amerika Serikat.
Dengan diexpose bahwa produk lokal Indonesia layak untuk dibeli dan dikonsumsi.
Perlahan-lahan minat beli masyarakat terhadap produk lokal pun meningkat, dan jika produsen lokal pun menunjukkan konsistensi peningkatan kualitas maka bukan tidak mungkin positioning merek lokal akan meningkat di kalangan masyarakat Indonesia.
Jadi repositioning terhadap merek lokal harus dilakukan untuk bisa membuat merek lokal menjadi pemenang di negeri sendiri 
Tapi yang harus diingat adalah hal ini bisa terwujud jika ada kerjasama yang terintegratif antara pemerintah, produsen lokal juga kita sebagai konsumen :)

Go go Indonesian Brands ! :)

Wednesday, April 10, 2013

Strategi Pemasaran Floridina

Sebulan yang lalu saat sedang magang di Kraft Foods Indonesia,
Saya terlibat obrolan yang cukup seru dengan kedua boss saya.
Salah satu topik yang dibicarakan adalah tentang si minuman rasa jeruk baru yaitu :
Floridina ! Sebuah produk minuman terbaru yang dikeluarkan oleh Wings Food


Dilihat dari segi kategori produk yaitu minuman jeruk berbulir, terlihat jelas bahwa Floridina diluncurkan
untuk mengambil market share dari minuman sejenis yang sudah lebih dulu ada yaitu
" Minute Maid Pulpy Orange".



Daan dengan pintarnya, Wings Food berusaha mencari celah dimana ada pasar yang cukup potensial tapi belum digarap dengan baik oleh Minute Maid.
Floridina diperkenalkan dengan memakai Brand Ambassador " Bunga Citra Lestari"
Pilihan yang cukup tepat mengingat BCL merupakan artis yang digandrungi oleh berbagai masyarakat luas dan BCL sedang kembali naik pamor setelah memerankan peran Ainun di film Habibie dan Ainun.


BCL dalam launching Floridina


Selain memakai strategi promosi yang baik, Floridina juga memiliki strategi pricing yang sangat baik.
Saat diperkenalkan pertama kali ke publik, dengan isi kemasan 360 ml Floridina dijual dengan harga berkisar Rp. 3000 ! Bahkan di beberapa tempat dijual dengan harga RP 2500 !
Bandingkan dengan Minute Maid Pulpy Orange yang banyak dijual dikisaran harga Rp 5000-an
Margin harga yang cukup signifikan ini, meningkatkan keingintahuan konsumen terhadap produk Floridina apalagi untuk konsumen dengan SES C yang selama ini kesulitan untuk membeli Minute Maid Pulpy Orange karena harganya yang lumayan mahal.

Dan apakah yang terjadii ?
Minute Maid Pulpy Orange sepertinya mulai merasa market share nya digerogoti
Mulai melakukan defense (ceileh) seperti brand activation di social media juga melakukan kampanye
" Bulirnya bener-bener beneran" yang mulai terlihat di recommended ads di facebook kita.
Yang masih misteriuus adalah sebenernya bagaimana penjualan Floridina dalam value of money ?
Sepertinya cukup tinggi yah hehehe.

Thats all for the pulpy drinks, see you on next post ! :)



Monday, April 1, 2013

TVC Bukopin, berhasilkah ?


Beberapa bulan lalu ada sebuah iklan bank nasional yang cukup mengagetkan masyarakat (saya).
Bukan karena iklannya sensasional
Tapi karena terkejut melihat usaha Rebranding dari bank tersebut
Mungkin ada yang bisa menebak bank apa yang saya maksud ?
Yap, Bank Bukopin !

Selama ini menurut asumsi saya, Bukopin dianggap sebagai sebuah bank yang targetnya merupakan orang-orang berumur atau "Tua".
Selain karena namanya mengandung kata " koperasi " yang sudah tidak familiar untuk kalangan anak remaja 
tapi juga karena Bukopin adalah salah satu bank yang tidak pernah me-refresh logonya atau segala hal yang berkaitan dengan brandingnya.

Oleh karena itu, munculnya TVC ( Television Commercial ) yang melibatkan grup penyanyi remaja yang cukup hits " Cherry Belle" menimbulkan banyak pertanyaan ( di benak saya )
Dengan menggunakan Cherry Belle sebagai bintang iklan mereka yang notabene memiliki banyak fans remaja, maka dapat dikatakan bahwa Bukopin saat ini tengah menyasar pasar anak muda atau remaja.

Hmm, menurut saya ada beberapa alasan kenapa Bukopin melakukan hal ini :
1) Pasar Remaja sangat besar dan Bukopin berharap bisa menjadi salah satu pemilik market share di pasar remaja Indonesia yang memang sedang sangat berkembang pesat
2) Bukopin berada dalam saturated market atau kejenuhan dan tidak berkembang karena target utamanya yaitu orang dewasa berumur 30tahun ke atas memiliki banyak pilihan akan pelayanan perbankan
3) Bukopin ingin namanya diingat lagi karena sudah terlalu lama tidak ada iklan TV Bukopin yang fenomenal atau diingat oleh masyarakat Indonesia.

Yah terlepas dari alasan-alasan yang ada, menurut saya iklan nya cukup berhasil meningkatkan awareness masyarakat Indonesia khususnya remaja tentang Bank Bukopin.
Untuk yang belum lihat iklannya, bisa di klik disini :
TVC - Bukopin versi Cherry Belle


Lagunya sangat familiar karena merupakan saduran dari lagu asli Cherry Belle
Dan taglinenya cukup ear-catching walaupun agak sedikit maksa ( hehe ) :
" Really Love siAga, Never Leave Bukopin"

Untuk keberhasilannya saya belum  dapat informasi aktualnya,
Tapi di akhir tahun 2012 Laba Bukopin dikabarkan naik 20 % !
Walaupun belum tahu seberapa besar partisipasi dari iklan ini tapi usaha yang dilakukan oleh bank Bukopin ini cukup pantas diacungi jempol, ini memperlihatkan Bukopin sebagai bank swasta lokal yang mencoba untuk survive ditengah persaingan dengan bank BUMN juga bank swasta asing. :)

Go Indonesian Local Company ! :D

Notes :
Ini adalah posting pertama tentang Marketing
Jadi saya sangat butuh masukan dan kritikan dari orang yang kebetulan baca ini hehe :)
Sebelumnya tulisan ini sudah dimuat di blog pribadi saya :
www.ifalifasaysomething.com

Friday, March 29, 2013

First Post

Heyhoo !
Blog ini akan menjadi tempat saya memberikan informasi juga opini tentang Marketing
Semoga bermanfaat bagi diri saya sendiri juga orang lain, Aamiin :)